Selamat Datang di Galeri Puisiku :)
Pecinta Sastra? Penikmat Sastra? Pecandu Sastra Atau cuma nugas aja? :v
Enjoyin aja...
Kepo? Jangan lupa Follow dulu @mayarismayanti_ dan @maya.rsmynt
Kunjugi juga puisi, drama, cerpen aku di blogger yang lain. Tengkyuhh
PAHIT KOPI ATAU HIDUP
Yukk mampir :-D
PAHIT KOPI ATAU HIDUP
Mereka ingin manisnya hidup
Tanpa ingin berjumpa
Ataupun mengunjungi pahitnya kenyataan
Begitupun aku
Secangkir kopi kunikmati malam ini
Tanpa gula dan sakarin
Angin singgah menerpa
Seolah membawa dosa
Terpejam jendela mataku sekejap
Ku sruput kopi hitamku
Terbuka mengayun mata ini
Dan aku sadar
Hanya kopi yang pahitnya bisa dinikmati
KERTAS TANPA TINTA
Kau buang jauh otakku
Hingga kertas dan tinta
Tak lagi berpadu
Tak satu hatipun kulewati
Tanpa mencari sarafku
Ingin kesatukan kembali
Tinta yang lenyap diglobalisasi
Yang menjauhi secarik kertas ini
Jika aku terhapus didunia ini
Apakah tinta dan kertas ini
Lenyap jua bersamaku
Tidak...
Mereka akan membiarkanku pergi sendiri
Mereka akan mencari tuan yang baru
Tidak ada sastra hari ini
KUPAS SUNYI
Kupaslah aku
Bersihkan aku
Bawalah aku pergi
Aku tak ingin hidup disini
Begitupun engkau
Kau yang membaca untaian kata ini
Aku yang ada
Dimana saja
Dan kapan saja
Tanpa diundang
Mereka tak ingin dekat denganku
Siapakah aku?
Dosa apa aku?
Akulah kesunyian
Yang menolak untuk dikupas
SUSUNAN KATA UNTUK SAHABAT
Pada bait puisiku ini
Kutuang kata demi kata
Pada secangkir kertas ukiran
Kuwarnai dengan jutaan sastra
Dalam satu pena
Jika sastra adalah oksigenku
Maka kau adalah kacamataku
Mengapa?
Sebab kau
Yang memperlihatkanku
Membuka jendela mataku
Menyapu korden pandangku
Tentang arti persahabatan
Kau tampak lebih manis hari ini
Waktu dimana beranjak usiamu
Aku suka dengan hari ini
Hari dimana
Kau hirup aroma bahagiamu
Kau tak bisa menemukan hari ini
Pada hari esok maupun lusa
Tunggulah aku
Kau adalah kendaraan
Yang bisa bethenti
Kapan saja
Dimana saja
Begitupun aku,dia dan mereka
Hanya Tuhan yang tau itu
Selamat Menghirup Hari Bahagiamu sahabatku
Semog Tuhan memberkatimu
TIDUR DI MIMPI
Dentang lonceng betbisik dimalamku
Menyadarkanku
Aku belum pernah
Sejatuh ini pada cinta
Ia mengiringiku hingga lelap malam
Celaka....
Tenggelamlah aku disunyi itu
Kau berkunjung di malamku
Sempat terlintas
Kenyataan tak seindah ini
Dan mimpi, tolong...
Jangan bangunkan aku sesegera waktu
Biarkan aku hanyut dalam deru waktu
Tujuh jam lamanya
Kau singgah disini
Hingga ku terbangun
Dan kehilangan semuanya
Ingin kutanya padamu
Cukup satu kalimat untuk malam ini
Apakah aku semalam tidur di mimpimu jua?
LUKISAN DI TELAPAK TANGAN TENTANG HARI ESOK
Lihatlah
Goresaan tinta pada hari lalu
Kini telah menjadi senja berlalu
Kau bawa kemana coretan kisahku selama masa itu?
Aku tak memintanya kembali pada harapan
Aku hanya berharap butiran dan tetesan tinta ini
Menjadikan rangkaian dunia senja pada hari nanti
Lihatlah
Lukisan pada telapak tanganku ini
Berisi banyak goresan masa lalu
Coretan masa kini
Dan harapan di masa depan
Jika seandainya
Hari esok nafasku tak berkumandang lagi
Mata ini tak mampu lagi melihat sastra dunia baru
Tangan ini tak lagi menggoreskan cerita kembali
Jangan berhenti berharap
Karna lukisan lukisan atas goresan tangan tangan kecilmu
Adalah harta sastra yang penyanjung dunia
GORESAN PENA
Jika senja yang telah kau beri tanda sudah tiada
Berikan aku segaris coretan pena
Setidaknya aku pernah ada diantara penundaan yang lama
Lihat
Aku punya sebuah cerita
Yang berisi jutaan cinta
Dan aku punya sebuah cinta
Yang berisi ribuan cerita
Aku tak menuntut adanya persamaan
Jika perbedaan bukanlah persamaan yang dirilis
Maka aku juga bukan rasa yang pernah ada
Jangan beri aku lilin kecil berapi senja
Gumpalan gejolak panasnya api pun akan kudapat pada nantinya
Bukankah aku juga bukan manusia sebaik baiknya manusia?